Tentang Wejangan

Fine, hari ini cara yang kuapakai buat posting agak sedikit lain dari biasanya. Biasanya saya pasti ke kampus, cari hotspot, terus internetan sampai bego, sekarang tidak. Hari ini entah mengapa saya sedang tidak pengen ke kampus. Jadi, saya nulis di netbook dulu, terus di-save, terus dibawa ke warnet, posting deh.

Apa gerayangan hari ini nggak ke kampus? Penting, ya, pertanyaan ini? Penting ya? Kayaknya nggak penting deh ya. πŸ˜† Hari ini saya nggak ke kampus karena agenda semesteran orang rumah sudah dimulai, dan tugasku adalah: menulis.

Percaya atau tidak, saya nulis posting ini sambil hilir mudik satu rumah, dari kamarku, ke ruang keluarga, terus ke ruang tamu, terus ke kamarnya si Ciplut. Biasalah, mencari tempat yang tenang. Pasalnya, ayah dan ibuku sekarang sedang ribut-ributnya membicarakan masalah koas-ku nanti, makannya lah, pulangnya lah, boleh bawa netbook atau nggak lah, dan sebagainya. Lha, saya biasa aja. Koas aja belum, mereka sudah ribut. Bagaimana nanti kalau waktu koas-ku sudah tiba? (koas=ko-asisten, dokter muda, sarjana kedokteran, kasta terendah di rumah sakit)

Kubilang, perangku sudah usai, waktunya bergembira meski bukan di atas kemenangan. Perangnya ya perang akademik salah satunya. Saya sedang menunggu hasil tentang bisa tidaknya saya wisuda bulan September nanti. Dan saya yakin pasti bisa. Yakin banget! <~ makanya orangtuaku juga yakin banget saya bakal segera koas, kena wejangan/nasehat deh.

Berikut adalah beberapa pendapat saya tentang kena wejangan.

  1. Kena wejangan itu enak karena menandakan bahwa kita masih diperhatikan.
  2. Kena wejangan itu enak selama wejangannya tidak terdengar sepanjang hari.
  3. Kena wejangan itu enak asal jangan suka makan wejangan sembarangan, nanti sakit perut.
  4. Kena wejangan itu enak karena menandakan kebanggaan dari si pemberi wejangan kepada yang diberi.
  5. Kena wejangan itu nggak enak kalau kita yang diberi wejangan ini sebenarnya merasa biasa-biasa aja. Rasanya seperti akan terjadi hal besar apa gitu, yang bikin kita harus bilang β€˜wow’ gitu, atau kayang salto gitu, padahal kita sendiri merasa biasa aja.
  6. Kena wejangan itu nggak enak kalau kena wejangannya dapet dari orang yang lebih muda atau nggak tahu apa-apa.
  7. Kena wejangan itu nggak enak karena bisa menimbulkan gosip yang nggak enak di kantong. Bayangkan: β€œNak, nanti kalau kamu koas, kamu harus….”, tetangga lalu mikir, β€œKatanya anaknya si anu sudah mau koas tuh, belum adain syukuran, tapi.” Nah, siapa yang repot? πŸ˜†
  8. Kena wejangan itu nggak enak kalau wejangannya diulang-ulang kayak kaset radio rusak.
  9. Overall: Kena wejangan itu merupakan tanda bahwa mereka peduli dan bangga terhadap kita. Tapi, apa yang sudah saya lakukan ya? Seingatku saya terlambat studi lama sekali? Lho?

OK, kembali lagi ke yang sedang saya lakukan. Suasana sedang tidak mengenakkan secara tiba-tiba. File-file yang saya tulis (bukan ketik) sebenarnya bukan file saya, bukan urusan saya, ini adalah urusan pekerjaan ibu saya. Selama ini saya yang disuruh menuliskan karena memang harus ditulis tangan (ternyata ada file semacam itu, semacam rapor waktu sekolahan dulu) dan ibu saya menganggap bahwa hanya saya saja di rumah ini yang punya tulisan tangan bagus dan orangnya telaten. Pertanyaannya, apakah tulisan tangan saya sedemikian bagusnya? Saya ini moody, tulisan tangan saya bagus kalau mood sedang bagus. Trus, saya ini telaten? Telaten tidur maksudnya ya? πŸ˜† Hari ini saja saya tidur 15 jam.

Jadi, semala nulis file itu saya kena wejangan tentang per-koas-an terus. Betapa bangganya mereka, ya terhadap saya. Saya bisa merasakannya, sampai harus sembunyi di kamarnya si Ciplut untuk bisa tenang, mumpung si Ciplut adikku itu sedang menginap di rumah sepupunya.

Iklan

12 thoughts on “Tentang Wejangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s