Tulisan Tengah Malam

Apa yang dipikirkan orang-orang ketika mengetahui bahwa ada seseorang yang menulis tengah malam? Yang jelas saya tidak tahu apa pendapat mereka tentangku ketika saya menulis tengah malam. Yang jelas, saya sedang mengetik dengan penuh suka cita karena berhasil onlen setelah sekian lama tidak onlen.

Baiklah, sebetulnya saya sudah hampir kehilangan hasrat dengan blog ini. Akan tetapi, tiba-tiba saya seperti mendapatkan rasa kangen yang besar, yang bahkan sedemikian rupa sehingga rasa kangen itu lebih besar dari rasa kangen saya ke si N. Tapi kok kangen ke blog dibandingkan dengan kangen ke orang, ya? πŸ˜†

Kaget saja setelah saya iseng mengecek statistik blog saya yang kuperkirakan terperosok jatuh dan takbisa bangkit lagi, tenggelam dalam lautan luka dalam, dan tersesat tanpa tahu arah jalan pulang. Mungkin blog ini akan langsung jadi butiran debu yang tidak berarti, pikirku. Ya, Alexa Rank yang daridulu saya tidak tahu apa gunanya itu pun semakin melar angkanya, dua jutaan lebih. Kata orang sih, Alexa Rank itu merepresentasikan kunjungan di blog dan blog itu keren kalau Alexa Rank-nya rendah. Jadi, blogku makin nggak keren nih, ya? πŸ˜›

Sebetulnya bukan itu yang bikin saya kaget. Lha, wong wajar kalau blog ini statistiknya menurun, saya jarang blogging. Tapi, yakin deh, kalau saya buka internet, situs pertama yang saya buka adalah blog saya sendiri atau situs komik. Yang mengagetkan adalah karena Google Pagerank saya naik satu digit. Wow! Amazing! Amazing! Amazing! Kata orang sih, Google Pagerank itu merepresentasikan seberapa direkomendasikannya blog Anda, jadi tergantung link-nya, dan semakin besar Google Pagerank-nya semakin keren blog itu. Sayangnya, saya tahu persisΒ bahwa saya tidak pernah tukaran link lagi. Itu artinya… blog teman-teman saya Pagerank-nya sudah naik lebih tinggi lagi. Huahahahaha… (Gagal bangga).

Selain itu, sebetulnya banyak yang pengen diceritakan, tapi lupa. Dasar sayanya memang seperti ini. Oh iya, sebelum lupa, saya mau menyalahgunakan blog ini untuk menyampaikan sebuah pesan kepada seseorang yang semua sudah tahu siapa, tentunya.

N, malam ini aku memandangi fotomu lagi.

Bosan, itulah yang kurasakan.

Aku bosan dengan semua ini.

Ingin kubertanya, kenapa kamu, tapi tentu tidak ada yang tahu apa jawabannya.

Yang merindu saja tidak tahu, apakah yang dirindukan tahu?

Ya, aku ingin melepasmu, tapi bagaimana caranya?

Seperti aku ingin melepas blog ini, tapi bagaimana caranya?

*) Galau tengah malam.

Iklan

9 thoughts on “Tulisan Tengah Malam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s