Flash Fiction: El

Selamat Ulang Tahun, El.

“Apa kabarmu?” suara itu menggema di telingaku.

Aku menoleh ke kiri dan ke kanan, aku mencari sumber suara yang sepertinya kukenal itu. El, suaranya persis dia, mungkin saja memang dia, tapi tidak mungkin, dia tidak mungkin di sini. Mungkin perasaanku saja.

Kembali lagi aku memandangi langit di kursi panjang taman itu. Layar laptop di pangkuanku memandangku dengan ekspresi yang entah apa karena sedari tadi aku tidak mengacuhkannya. Mungkin saja dia ingin menuntut haknya untuk diperhatikan. Toh, di sini aku hanya ingin berduaan dengan laptopku saja membahas makalah yang mati ide ini.

Kembali jariku menari di atas papan tombol laptopku itu, mengetik dengan segala ide yang ada. Kemudian, sesuatu lagi-lagi menghentikanku. Seseorang menutup paksa laptop di pangkuanku itu, lalu dia duduk di sampingku.

“Hentikan pekerjaan tidak pentingmu itu!” katanya.

“Hei! Apa-apaan kau, Diana?!”

“Ah, kau ini selalu lupa pada hal penting dan melakukan yang tidak penting.”

“Memangnya ada yang kulewatkan? Apa?”

Dia tidak menjawab, dia hanya menyodorkan undangan merah yang dikeluarkan dari tas selempangnya itu. Dia melempar pandangan menjauhi mataku dan diam.

“Ah, kau benar. Kenapa jam segini aku masih di sini, ya?”

“Tanyakan pada dirimu sendiri, aku mau siap-siap dulu.”

Diana menjauh, tidak sempat aku melihat ekspresi wajahnya saat berlalu. Ya, aku tahu meski dia tidak mengatakannya. Dia menangis, dia pasti menangis.

***

Deru mesin mobil yang tenang ini sepertinya nyaman di telinga. Diana duduk di sampingku sementara aku mengemudi. Dia diam. Sore tadi dia mengingatku tentang resepsi ini, acara yang baginya pasti sangat menyakitkan. Aku paham yang dia rasakan, aku hanya diam. Kami berdua diam tanpa suara dalam perjalanan empat puluh lima menit itu.

Lima menit lagi, kami akan sampai di sana. Kurasa aku harus membicarakan sesuatu dengan Diana.

“Na, kamu nggak apa-apa?”

“Yah, nggak apa-apa.”

“Kamu masih nggak…”

“Sudah kok, Han, aku sudah rela.”

“Tapi kenapa kamu selalu murung setiap kali membicarakan tentang El.”

“Yah, maafkan aku. Aku tidak bermaksud terlihat begitu di depanmu.”

“Kurasa ada masalah yang belum selesai di antara kalian berdua.”

“Ya, mungkin.”

“Diana, coba lihat mataku.”

Diana sejenak memandang mataku, lalu dia tersenyum.

“Haha, tidak usah mengatakannya lagi, Han. Aku tahu yang akan kau katakan.” dia tersenyum manis.

“Tidak baik meratapi masa lalu, masa depan menunggu.” kata kami bersamaan, lalu kami tertawa. Entah ekspresi wajahku selalu terbaca ketika hendak mengingatkan potongan kalimat itu kepada Diana.

“Ya, kau benar Han. El adalah masa lalu, dan masa depan tepat duduk di samping kananku.”

“Kau tahu? Kurasa El juga punya pendapat yang sama, aku mengenalnya sejak kecil.”

“Aku penasaran, pengantin wanitanya seperti apa.”

“Dia tidak pernah cerita?”

“Tidak.”

***

Kami memasuki gedung itu, sepi. Bertanya-tanya tentang apa yang terjadi sebenarnya. Apakah kami benar-benar salah lihat tanggal di undangan itu? Ataukah kami memang sedang dikerjai sehingga kami harus salah kostum di gedung yang sepi ini.

Kami masuk ke gedung itu, ada cahaya redup terlihat dari sana.

“Permisi…”

“Mohon maaf, Nak. Resepsinya tidak jadi.”

“Lho, kenapa?”

“Sejam lalu kami dapat kabar dari penerbangan.”

“El dan istrinya belum sampai, ya Bu?”

“Bukan itu, Nak. Tapi El…”

“Atau si El masih di London, ya? Kudengar dia ke sana sejak dua hari yang lalu. Ah, dia itu bisa-bisanya ke LN di saat-saat penting begini.”

“Bukan itu, Nak.”

“El dan istrinya, kecelakaan pesawat.”

Tiba-tiba terdengar orang di sampingku terjatuh, Diana pingsan.

Iklan

14 thoughts on “Flash Fiction: El

  1. wuihhh keren….. kado buat el double ya…FF sekaligus kado foto/gambar :D….

    Falzart Plain:
    Maunya buat triple, atau quadrople, atau pentople, atau hexople, atau heptople, atau octople, atau… aduh… ngomong apa nih saya… 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s