Beli Tinta Print

Ini betul-betul siang yang panas. Saya duduk-duduk di tempatku dinas hari ini dengan kondisi yang tiba-tiba mengantuk. Barusan saya berkeliling jalan besar di sekitaran kampus untuk membeli… ehm… tinta printer. Kok beli tinta printer saja pakai ehm, ya? Sudahlah. Saya orang yang opportunistik, karenanya saya tidak biasa isi tinta printer. Jangankan ngisi tinta, beli tinta saja tidak tahu.

Tadinya, saya mau kerja tugas makalah. Namun, apa daya napas taksampai. Saya mengalami ketermengantukan. Jangan tanya saya kosa kata dari mana ini, ini hanya istilah saya saja. Kemudian, Zainul yang dari pagi pusing dengan printer di tempat dinas ini mengajak untuk keluar beli tinta printer. Kupikir, tidak masalah. Ya kan daripada mengantuk dan ketermengantukan ini makin liar adanya? Mendingan cari sensasi baru dengan beli tinta printer. Yeah!

Goblok. Sejak kapan belanja ATK semacam tinta printer dikatakan mencari sensasi baru? Ya sejak saya menulisnya tentu saja. Namun, yang terjadi bukan seperti yang diharapkan. Matahari membakar terik hingga kulit hitam terpanggang. Akibatnya sepulang dari beli tinta kulit saya jadi hitam. #eh, salah. Kulit saya yang sudah hitam ini jadi makin hitam adanya. Bukan karena diguyur tinta, ya! Jadinya, saya sampai kembali ke tempat dinas dengan keringat yang sudah mengering dihapus panas mentari yang menyengat sepanjang perjalanan.

Tapi, tadi ada sensasi menyenangkannya juga. Karena panas, saya melajukan motor saya sedikit lebih cepat, dan kurasakanlah angin sepoi-sepoi yang lumayan menghibur. Angin itu memberikan kesegaran dengan belaiannya yang langsung menyentuh ketiak. Mungkin kalau saya naik motornya nggak pakai baju, rambut ketiak itu sudah melambai-lambai seperti bendera.

Nah, setelah sampai di tempat dinas, kembali ke tempat ini lagi. Goblok. Saya tidak tahu caranya mengisi cartridge. Karenanya, saya menunggu sampai teman saya yang bertitel Sp.Pr-Cannon(K) datang dan menyelesaikan masalah ini. Kemudian Voila, akhirnya bisa ngeprint lagi.

*Entah inspirasi bodoh postingan kali ini datang dari mana

Iklan

10 thoughts on “Beli Tinta Print

  1. seperti marah dengan diri sendiri y kak. kk cerita kok saya yang takut. apa mungkin efek dari musim kemarau. hehe

    keren kak ada istilah yang aneh anehnya. unik.
    coba kak cari sensasi barunya begini, ke tempat beli tintanya sambil pake payung dan juga bawa kipas angin yang gunakan batrey, sampai ke toko beli tinta sama pelayannya sekalian biar bisa disuruh buat hidup in printernya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s