Ada Gelisah di Sini…

Siang ini saya sendirian lagi di tempat dinas yang menyiksa ini. Orang-orang pada kabur semua. Entah kabur yang konotasi ataupun kabur yang denotasi, karena jujur mataku sekarang sudah semakin rabun. Sendirian begini, biasanya inspirasi datang bertubi-tubi sampai tidak bisa ditumpahkan lagi, tapi sekarang? Huh, justru hampir kebalikannya. Justru karena tidak tahu mau berbuat apa makanya ngeblog.

Sisi diriku yang lain pasti marah besar dan kecewa mendengar pernyataan barusan. Dia, maksudnya saya, tahu persis bahwa kerjaan itu banyak. Hanya saja, dia itu tidak pernah menyebutkan secara rinci apa yang harus dikerjakan dan kapan. Sisi diriku yang lain itu kerjaannya hanya marah-marah kalau sudah keteteran dan waktu sudah mendesak. Salah, dia marah-marah terus, malah. Kadang saya mendapati diriku dimarahi oleh diriku sendiri ketika sedang bersantai. Dia bilang, “Kenapa santai? Banyak kerjaan, tau!”. Dan yang paling membuat kesal dari diriku sendiri ini adalah ketika dia marah-marah saja tanpa memberi tahu apa yang harus dikerjakan. Syukur-syukur, karena sisi diriku itu baru mulai memarahi orang lain hanya pada saat keteteran, bukan pada saat santainya juga.

Memiliki sisi diri seperti itu seperti memiliki ombak di dalam hati. Hati ini selalu gelisah dan tidak tenang, terus bergerak dan menghantam sana-sini. Saya tidak tahu apa yang salah, karena seingatku saya ini adalah sosok yang tenang dan sulit dibuat gelisah. Sekarang, tampilan luarnya saja yang lemas, di dalam sebenarnya kasak-kusuk gelisahnya minta ampun.

Saya masih di sini, di tempat yang sama ketika menuliskan kata pertama di tulisan ini. Sekarang saya merasa sangat lemas, tetapi ada yang membuat saya tidak tenang. Tugas kah? ACC ujian kah? Takut ditinggalkan, kah? Semua itu masalah. Dan kuharap tiga orang yang selalu berunding di dalam sini *nunjuk dada sendiri* bisa menyelesaikan masalah itu dengan sempurna sampai selesai. Kuharap semuanya itu berjalan baik-baik saja, dan semoga saya selalu mengambil langkah yang benar. Ya, karena saya sudah lelah fisik disebabkan gelisah di hati.

8 thoughts on “Ada Gelisah di Sini…

  1. Tikatiko Senin, 3 September 2012 @ 1:13 PM pukul 1:13 PM Reply

    gelisah. Kalau saya semalem bukan gelisah, tapi saya ga tau nama perasaannya itu. perasaan dibohongin, marah, pengen nangis tapi ga bisa nangis, ah taok ah gelap. Malah jadi curhat disini🙄

    • Falzart Plain Senin, 3 September 2012 @ 2:16 PM pukul 2:16 PM Reply

      Fiq, pasti sakit ya rasanya? OK, saya memang tidak pernah mengalami yang persis begitu, tapi saya bisa bayangkan bagaimana rasanya.

      Saran saja:
      1. Putuskan maksud dan sikap. Kadang dalam kondisi begitu susah untuk menentukan sikap. Tentukan sikap lalu jadikan perasaan. Jangan perasaan yang jadi arahan untuk menentukan sikap. Karena kalau dalam kondisi begini, rasa tidak bisa dipercaya.

      2. Masa lalu ada untuk dijadikan pelajaran, dijadikan batu loncatan. Jangan terlalu sedih dengan masa lalu. Masa lalu ya berlalu sudah. Pertanyaan berikutnya, apakah masa lalu itu menimbulkan masalah? Kalau tidak, cari urusan lain yang lebih penting dari urusan masa lalu itu. Kalau iya, selesaikan dengan berbekal sikap dan maksud yang jelas, bukan berbekal perasaan karena di kondisi ini perasaan tidak bisa dipercaya.

      3. Memang berat, kalau yang di atas itu sudah dilakukan dan perasaan itu mengganggu lagi, silakan minum kopi.😆 atau apapun yang bisa mood-mu tenang.😀

      • elfarizi Senin, 3 September 2012 @ 2:46 PM pukul 2:46 PM

        Menyimak trik antigalau dari Pak Dokter …

  2. septiadiah Senin, 3 September 2012 @ 10:13 PM pukul 10:13 PM Reply

    menyimak.. kl main ke blognya falzart, saya suka jd silent reader, saking bingungnya mau komentar apa, heuheuheu ._.

    • sulunglahitani Senin, 3 September 2012 @ 11:11 PM pukul 11:11 PM Reply

      sepakat, lebih banyak seperti obrolan diri sendiri hehe

      • Falzart Plain Selasa, 4 September 2012 @ 6:21 PM pukul 6:21 PM

        Maaf…😦
        Saya Introvert, soalnya…

  3. puchsukahujan Selasa, 4 September 2012 @ 11:38 AM pukul 11:38 AM Reply

    wow..
    kalau begitu, saya akan membacanya dengan santai, tanpa embel-embel gelisah
    biarkan saja tuh draft skripsi belom selesai juga😆

  4. Eko Wardoyo Jumat, 7 September 2012 @ 10:56 PM pukul 10:56 PM Reply

    cieee ilahhhhh – rumit amat yakkk tuch 3 sahabat pembentuk kepribadian bang Fal ^____^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: