Takut

Konflik tiba

Dimana takut jadi pemimpinnya

Dan segala akal sehat mati terpenjara

Berbagai urusan menjadi perintang

Dan takut tidak pernah bisa lantang

Untuk maju ke medan perang

Menantang

Padahal yang dicari berbaris terbentang

Di balik perselisihan urusan dan ketakutan

One thought on “Takut

  1. Farida Aryany Minggu, 11 November 2012 @ 7:56 PM pukul 7:56 PM Reply

    nice blog🙂
    kunjungan balik dimalam hari hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: