One Year Later

Maba – Bukan, ini bukan singkatan dari mahasiswa baru. Ini adalah nama daerah tempat saya mengabdi sekarang. Tahun lalu saya mengatakan akan jadi dokter umum PTT di entah dimana, and here I am.

Saya mengabdi, jadi pegawai kontrak, sebutan lainnya pegawai tidak tetap (PTT), sebutan lainnya lagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), mengabdi di Rumah Sakit Maba sini sejak awal bulan April tahun lalu. Sekarang sudah Maret dan kontrak saya praktis akan habis dalam dua pekan lagi. Trus, saya mau ngapain ya? Ada ide?

Rencana hidup saya sebenarnya begini: setahun setelah internsip selesai, saya mau nikah. Atau sekolah Spesialis. Atau nikah dan sekolah Spesialis. Selama rentang setahun itu saya perlu mencari link dan pendanaan yang memadai. Ya, itu rencananya. Realisasinya? Pfffftttt.

Selama setahun ini saya mengisolasi diri dari lingkungan lama. Saya sudah keluar dari Posko Bekasi. Saya sudah tidak kontakan dengan veteran kampus. Saya tidak mengingat-ingat N lagi, dari N yang pertama sampai N yang terakhir. Oke, ini juga jadi misteri kenapa saya berulang kali suka dengan beberapa cewek berinisial N dan selalu berakhir dengan NO. Mungkin bukan takdir. Mengisolasi diri dengan alasan untuk fokus, sedemikian fokusnya selama tahun 2017 saya tidak menghadiri satu pun undangan resepsi teman-teman saya.

Di Maba ini saya dilibatkan dalam beberapa kegiatan. Mulai dari jadi koordinator pokja untuk Akreditasi Rumah Sakit, sampai jadi tim koding diagnosis untuk klaim BPJS. Yang mana untuk kegiatan ekstra tersebut saya tidak digaji ekstra juga. Hahaha… Tapi saya senang membantu, tidak ada perasaan bahwa saya cuma dimanfaatkan saja. Aman pokoknya.

Selama di Maba ini saya sempat dikunjungi oleh Ibu dan Adik saya yang bungsu. Waktu itu masanya pengumuman penerimaan mahasiswa baru di universitas negeri. Kalau baca tulisan saya tahun lalu pasti tahu, saya memprediksi Adik saya ini tidak lulus. Dan ternyata memang tidak lulus. Waktu itu mereka pulang, dan si Adik ini masih sesenggukan. Saya berpikir sebaiknya dia fokus saja belajar untuk penerimaan tahun depannya, tapi ternyata dia berhasil meluluhkan hati Bapak saya sehingga saat ini dia kuliah di universitas swasta. Nice enough, Sist!

Selama tahun ini juga Adik saya yang laki-laki akhirnya berhenti jadi pengangguran. Dia lulus seleksi Nusantara Sehat, terus dia sekarang kerja di Puskesmas di Mamuju. Kontrak dua tahun. Dan saya tahu pikirannya sekarang pasti lagi merencanakan nikah. Adik besar saya kini sudah benar-benar mandiri! Wow!

Sementara itu, Ibu dan Bapak makin menua. Ibu mulai tidak kuat kerja, kadang sakit, dan butuh lebih banyak istirahat. Bapak meskipun sakit dan menjadi kurus tetap aktif dalam kegiatan reunian. Ini tren di usia mereka; reunian. Saya tidak ikut-ikutan. Saya hanya berharap mereka bisa menikmati masa tuanya dengan damai dan bahagia.

Jadi pengennya sih saya habis kontrak langsung mendaftar sekolah lagi, meskipun pendanaan masih pas-pasan, dan rekomendasi pun gak beres. Pokoknya mau maju gondrong saja. Ya tapi ada risikonya. Di sini gak bisa kerja sambil ngurusin pendaftaran sekolah. Kerja ya kerja, sekolah ya sekolah. Begitu kata direktur. Kalau ditanya sih pengennya kabur, sekolah lagi, udah jenuh gitu loh. Waktu akhir tahun 2017 saya pikirnya masih begitu, hingga saat itu bulan Desember sesuatu yang besar terjadi.

Ada teman kerja perempuan inisalnya Y, orangnya rese, suka maksa, pelupa, sering gak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, kata-kata sindirannya sarkasmik dan menyakitkan, trus cantik juga tidak. Biasa aja. Tapi entah kok saya tidak rela dia sama cowok lain. Jadi saya iseng ngajakin dia nikah, surprisingly, dia mau. Padahal kenal baik juga nggak. Hahaha…

Lucu ya? Tapi itulah namanya jodoh. Padahal dia orang jauh dari Sumatera sana, iseng merantau ke Maba, Maluku Utara. Lalu ketemu lelaki alay pasca patah hati yang baperannya tingkat nasional. Lalu dia akan menikah dengan lelaki itu 26 hari dari tulisan ini dipublikasikan.

Ternyata setelah beberapa kali N, akhirnya ada Y. Cerita tentang jodoh, selesai sudah. Hahaha… Dan dengan ini, kunci blog ini diubah jadi berbau Y.

Nah, sekarang tentang kontrak PTT di Maba. Saya tidak punya pilihan yang lebih baik. Saya sebaiknya memperpanjang kontrak setahun lagi karena pendanaan buat sekolah Spesialis malah dilarikan ke biaya nikah. Hahahaha… Mulai dari nol ya Pak!

Baiklah, sepertinya sekian dulu. Semoga tahun demi tahun kita jadi lebih baik. Semoga teman-teman sukses selalu!

13 Maret 2018

Falzart Plain[]

3 respons untuk ‘One Year Later

  1. Wow since years never blogwalking into your page, and look what I’ve found. Someone is finally getting married! Not with N or another N, but with a new Y. Im choked ! Hahaha
    I even didnt get any invitation -_____-
    Congratulations for your marriage ! I wish you a very pleasent marriage life ahead !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s