The Big Day

Makassar β€” Assalamualaikum! Apa kabar semuanya? Mudah-mudahan sehat dan bahagia ya! Hahaha… Saya meragukan masih ada yang sesekali kemari karena ya memang saya udah ga aktif lagi blogging di sini.

Jadi, sekarang saya sudah dokter. Secara resmi jadi dokter sudah dari dua tahun yang lalu. Sudah lewati program internsip dokter Indonesia selama setahun, selesainya bulan November tahun 2016 lalu.

Kerja, belum. Alasannya, belum perlu. Hahaha… Nggak ding. Saya belum apply kemana-mana dulu, soalnya berkas buat PTT dan NS juga masih diproses. Masih nunggu. Mau jadi asisten magang di Rumah Sakit Pendidikan juga ogah. Ah, saya gimana sih ini? Yang jelas saya masih ga terganggu masalah finansial, kalaupun saya merasa ada gangguan, saya akan ke Bekasi kerja di klinik swasta seperti yang saya lakukan dua tahun belakangan di sela-sela kesibukan saya.

Nikah juga belum. Oiya, tentang si N yang selalu kuceritakan di blog ini, saya udah move on dari dia. Dia orangnya baik sekali. Dia bahkan ijinkan saya buat ngungkapin perasaan yang ketahan belasan tahun itu sampai puas, padahal kita sama-sama tau bahwa buat kami bersatu itu udah ga mungkin. Sehabis ngungkapin itu saya lega. Dia juga lega. Lalu, kami melanjutkan hidup masing-masing seperti biasanya.

Saya udah move on dua kali dengan cewek yang inisialnya sama-sama N juga. And guess what? I failed both. Hahaha… Itu lain cerita, tapi karena ceritanya di dunia nyata udah selesai ya ga usah diceritakan lah ya! Intinya saya payah soal ginian. πŸ™‚

Adikku sudah sarjana, lagi pusing nyari kerja. Saya paham sih pusingnya, tapi ga bisa turut merasakan. Jadi sedih. Adikku yang satu lagi baru mau SBMPTN nanti. Dia ragu dengan kemampuannya bahkan untuk Ujian Nasional. Sejujurnya, saya juga ragu. Tapi ya, sudahlah… Anything could happen. Saya hanya berharap mereka berdua menemukan jalannya masing-masing.

Selama beberapa tahun ini saya belajar banyak hal. Banyak sekali. Mulai dari belajar melepaskan, belajar tidak iri, belajar merasa puas, dan belajar jadi dokter yang benar. Tapi, pelajaran yang paling menyakitkan adalah bahwa tidak selamanya harapan akan bersinkronisasi dengan takdir untuk jadi kenyataan. Secara umum, target jangka pendek saya gagal. Gaβ€”gal!

Saat ini saya lagi menunggu panggilan. Kalau ternyata tidak kunjung dipanggil, saya akan ke Bekasi lagi. Mungkin menetap. Tapi, saya harap saya bisa PTT di daerah terpencil. Pengabdian itu membuat hidup saya merasa lebih berarti.

Kalau nikah kayaknya tunggu tabungan aja dulu baru cari calonnya. Kalau carinya orang Makassar, tabungan baru kena 30% nih. Artinya kan belum siap nikah ya? Hahaha… Ini sempat jadi kepikiran banget karena temen seangkatanku udah ada yang punya anak dua, dan pada dasarnya saya ini orangnya ga mau kalah. *Pletak! Hapasih?

Buat sekolah lagi, nunggu tabungan juga. Lagian untuk apa sekolah spesialis kalau sebagai dokter umum saja belum maksimal? Jadi sementara menabung, saya harus kerja dulu, mengabdi dulu. Eh, kebalik ya? Sementara kerja menabung dulu.

Sepertinya cukup sekian dulu. Ini ditulis kali aja ada yang rindu sama saya. Semoga kalian sukses selalu!

13 Maret 2017

Falzart Plain[]

Kiriman Paket dari Genksukasuka.com

Semestinya saya menuliskan ini sejak dulu, maksudnya beberapa hari yang lalu lah. Bukan maksud untuk menunda-nunda, tapi saya ingin ada alat mengambil gambar semacam kamera atau apa gitu yang bisa dipakai untuk menampilkan apa yang ingin saya perlihatkan. Saya takut tidak ada waktu lagi setelah ini, jadi saya paksakan posting sekarang. πŸ˜€

Jadi, beberapa hari yang lalu, kalau tidak salah dua minggu yang lalu, ada sebuah paket datang ke rumah. Awalnya, saya heran. Kenapa ayah ibuku membelikan saya buku semacam buku di bawah ini. Mereka tahu kalau saya seorang narablog, tapi saya tidak menyangka perhatian mereka terhadap dunia bloggingku sedemikian hebatnya sampai-sampai membelikan saya buku. Tiba-tiba saja buku itu ada di laci.

Tadaa… ini bukunya.
PS: Lembar kuning TIKI itu saya juga nggak bisa baca.

Buku itu ada kantongan plastik beningnya dan selembar tanda terima paket TIKI. Saya yakin, ini pasti hadiah Give Away, tapi yang mana? Soalnya lembar kuningnya itu sudah tidak jelas tulisannya. Satu-satunya tulisan yang bisa dibaca di situ adalah Tuesday, 4 September 2012. Seingatku, saat saya tiba di rumah waktu itu adalah hari Jumat. Saya ingat hari itu karena saya sedang galau masalah akademik dan niatnya pengen cerita ke orangtua. Artinya, saya terlambat tahu 3 hari dari yang seharusnya. Dan juga terlambat posting 2 minggu dari yang seharusnya. πŸ˜†

OK, akhirnya saya menemukan pembungkus paketnya. Di situ jelas tertulis dari siapa paket tersebut. Ternyata, paket itu adalah dari Jay Boana di genksukasuka.com. Saya ingat saya menang Give Away-nya beberapa juta tahun yang lalu. Paketnya berupa buku untuk menjadi Top Ten di Google dengan WordPress. Asik!

Jangan khawatir kalau nggak bisa baca. Di atas itu bacanya Penerima: Falzart Plain, dst. Di bawah itu bacanya genksukasuka.com

Bukunya bagus, saya suka. Tapi setelah saya coba aplikasikan ternyata buku itu sudah terlambat beberapa tahun dari jaman sekarang. Google sepertinya telah mengubah algoritmanya. Selain itu, Yahoo webmaster sepertinya sudah bergabung dengan Bing. Tapi, ya… lumayanlah. Dasar tetap saja dasar, saya memang belum tahu dasarnya sih. Hihihihi…

OK, saya gila selama beberapa hari di buku itu. Setelah itu saya kembali gila karena bingung cari kamera dan waktu yang tepat buat posting, dan waktu kemarin itu sangat sulit karena saya sedang menjelang ujian.

Oh iya, seingatku bukan buku ini deh yang saya menangkan, tapi ini sudah jauh lebih baik daripada saya tidak ada bacaan. Hehehehe… Di sisi lain, ibuku tadinya berharap itu amplang atau sejenis kue. Beliau tampaknya teringat dengan Paket pertamaku dulu. Hahaha… Ya sudahlah, terima kasih banyak buat Genksukasuka.com yang sudah mengirimkan paket ini ke saya. Maaf telat buat postingnya. Wassalam! πŸ˜€

 

 

 

Demisioner

Akhirnya mereka demisioner. Siapa penggantinya? Pengurusan tahun ini tidak buruk, tapi saya juga tidak mau bilang bagus. Yang jelas, saya memaafkan kalian adik-adik. πŸ˜† #serius

Pertama kali saya dengar kata demisioner adalah beberapa tahun yang lalu ketika senior saya selesai menjadi pengurus. Saya bingung waktu itu. Demisioner, istilah apa itu? Yang jelas, saya tahunya demisioner itu adalah turun jabatan. Pertanyaan di kepalaku muncul, kok mereka senang ya sudah demisioner? Kalau tidak senang menjabat, terus kenapa jabatannya diambil? Padahal mereka tidak dapat upah apapun dari menjabat seperti itu. Ya, sebenarnya begitulah yang kurasakan sejak pertama kali jadi mahasiswa, begitu juga mereka. Rasa pengabdiam bercampur rasa ingin pamer akan kebanggaan menduduki suatu posisi menjadikan mereka mau turut serta menjalankan roda organisasi.

Baca lebih lanjut

Inbox: Syawal 1432

Postingan kali ini isinya tentang isi inbox-ku selama bulan Syawal, meskipun sebagian sudah kutuliskan sebelumnya di sini. Lumayan, daripada hape ngadat hanya karena kebanyakan sms. Terus, mungkin postingan yang ini juga tidak saya lanjutkan lagi, palingan link-nya saja yang akan saya tambah-tambahkan. πŸ™‚

12 September 2011
“Sesungguhnya ketaatan itu hanyalah dalam perkara yang baik.” (H.R. Bukhari)
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah Azza wa Jalla.” (H.R. Ahmad)

Baca Selengkapnya